Kenali Syarat-Syarat Kambing Qurban Sebelum Membelinya

Kenali Syarat-Syarat Kambing Qurban Sebelum Membelinya

Kurban umumnya merujuk pada hewan yang disembelih sebagai bentuk ibadah umat Islam kepada Allah. Namun tidak semua hewan bisa dikorbankan. Anda bisa mengorbankan kambing atau domba atas nama diri sendiri atau satu orang dari keluarga Anda. Namun ada Syarat-Syarat Kambing Qurban yang harus dipatuhi berdasarkan syariah meliputi faktor biologis maupun fisik. Jadi lebih baik cermati dahulu syaratnya sebelum Anda membeli.

Syarat-Syarat Kambing Qurban Sesuai Syariah Islam

  1. Merupakan bahimatul an’am (binatang ternak)

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa kambing atau hewan kurban yang berlaku harus salah satu dari golongan hewan ternak. Termasuk semua jenis unta, sapi, domba, dan kambing ternak. Sementara itu, sapi liar, keledai liar, dan hewan liar lainnya tidak dapat diterima untuk kurban. Adapun untuk jenis kelaminnya tidak ada perbedaan pendapat, bisa dengan hewan jantan ataupun betina.

  1. Mencapai usia yang ditentukan syariah

Menurut syariah, kambing atau domba yang bisa dijadikan kurban setidaknya harus mencapai usia satu tahun (telah mengalami pergantian gigi). Namun mengorbankan domba yang berusia 6-12 bulan juga diperbolehkan asalkan cukup kuat, sehat, dan berbadan gemuk sehingga seperti satu tahun. Sementara itu, kambing atau domba yang dikorbankan harus sudah dewasa, dan tidak dibenarkan untuk mengorbankan hewan di bawah umur enam bulan.

Rasulullah SAW mengatakan: “Jangan korbankan apa pun kecuali seekor hewan dewasa, kecuali jika itu sulit bagimu, dalam hal ini kamu bisa menyembelih seekor domba berumur enam bulan”, (HR Muslim).

  1. Bebas dari cacat dan penyakit

Baik kambing, domba, maupun hewan kurban lainnya harus terbebas dari kesalahan apa pun yang membuatnya tidak layak dikorbankan. Dari al-Bara’ bin Aazib RA, dikatakan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan ada empat hewan yang harus dihindari ketika berkorban. Empat ini meliputi: hewan yang lumpuh (tidak berjalan normal), cacat di satu matanya, memiliki penyakit yang jelas (demam, luka atau kudis), dan berbadan kurus.

Sementara itu, para ulama menambahkan beberapa faktor lainnya untuk dihindari pada hewan kurban. Seperti hewan yang buta di kedua matanya; hewan yang telah makan lebih dari kesanggupannya (hingga bahaya terlewat); hewan yang mengalami kesulitan dalam melahirkan (hingga bahaya terlewat); hewan yang pernah menderita sesuatu hingga hampir membunuhnya seperti tercekik atau jatuh dari ketinggian; dan hewan yang salah satu kakinya terpotong.

  1. Bukan milik sendiri atau hasil curian

Pengorbanan akan tidak sah jika hewan yang disembelih ternyata bukan milik orang yang berkorban. Dalam hal ini hewan tersebut merupakan hasil curian, diambil secara paksa atau berdasarkan klaim palsu, dan lain-lain. Tidak diperbolehkan bagi Muslim untuk mendekat kepada Allah melalui dosa. Untuk itu orang yang berkorban harus memiliki hak atas hewan tersebut dengan cara membeli atau memperoleh izin berdasarkan syariah.

  1. Harus disembelih pada waktu yang ditentukan

Kambing yang dikorbankan harus disembelih pada waktu yang telah ditentukan berdasarkan syariah atau pengorbanannya akan tidak sah. Waktu tersebut dimulai sejak umat muslim selesai sholat id pada hari raya Idul Adha (tanggal 10 Dzulhijjah), hingga sebelum matahari terbenam di hari tasyrik terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah). Jadi siapa pun yang menyembelih hewan kurban di luar waktu tersebut maka pengorbanannya tidak sah.

Syarat Syarat Kambing Qurban

Dari al-Bara’ bin Aazib RA meriwayatkan jika Nabi Muhammad SAW berkata: “Siapa pun yang menyembelih (pengorbanannya) sebelum sholat, itu adalah daging yang telah ia bawa ke keluarganya, tetapi itu bukan pengorbanan”, (HR al-Bukhari).

Menurut Imam Hanafi, kurban adalah wajib bagi setiap muslim pria maupun wanita yang telah dewasa dan berakal sehat, serta memiliki kelebihan harta (setara 613,35 gram perak). Jadi tidak ada alasan bagi Anda yang mampu untuk tidak berkorban. Sementara itu, Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih hewan. Karena ada Syarat-Syarat Kambing Qurban yang boleh dipilih dan ada juga yang tidak dianjurkan.

Demikian Syarat Syarat Kambing Qurban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *